Pengguna Tokopedia Aman

Pengguna Tokopedia Aman
Galeri Tokopedia (foto TribuneTechno)

[Minggu, 03/05/20/10.11wib/ditulis oleh Awasita Adi] Belakangan seperti santer diberitakan karena dipicu unggahan di akun Twiter @underthebreach, sebanyak 15 juta akun pengguna Tokopedia diretas. Peretasan ini diduga bisa mengakibatkan tindak kriminal cyber yang merugikan secara sosial dan finansial para pengguna tersebut.

Namun menurut berbagai sumber termasuk pakar di bidang keamanan cyber Alfons Tanujay dari www.Vaksin.com, walau potensi kerugian itu mungkin bisa terjadi, namun amat sangat sulit. Mendeskripsi password yang sudah dienkripsi sangat sulit, perlu waktu panjang sampai peretas mampu menemukannya. Itu yang dikatakan Alfons.

Hal yang perlu dilakukan dalam situasi seperti itu adalah anjuran klasik untuk pengguna dunia maya, penggantian password secara berkala adalah sebuah keharusan.

Demi keamanan yang lebih tinggi lagi, Alfons juga menganjurkan segera saja ambil tindakan darurat, untuk sementara tutup semua aplikasi keuangan yang terhubung ke Tokopedia.



Sumber dari Tribunnews.com dengan judul Soal Laporan Kebocoran Data 15 Juta Pengguna Tokopedia, Begini Analisis Ahli, https://www.tribunnews.com/techno/2020/05/03/soal-laporan-kebocoran-data-15-juta-pengguna-tokopedia-begini-analisis-ahli.

Covid-19: Tren Global Terus Naik

Covid-19: Tren Global Terus Naik

[Sabtu, 02/05; 22.17wib/penulis: Awasita Adi] Mencermati angka-angka pada grafik yang ditunjukkan oleh situs Worldometer http://www.worldometer.com/coronavirus pada hari ini beberapa menit lalu pada jam 21.59wib, tren korban terinfeksi Covid-19 terus menanjak. Suda sebanyak 3.426.437 orang yang terinfeksi. Demikian juga yang meninggal terus menunjukkan angka naik sampai 240.498 orang meninggal. Sebanyak 1.094.066 orang sembuh.

Amerika Serikat masih tetap menjadi negara dengan korban terbanyak yaitu sebanyak 1.134.084 terinfeksi dan meningal 65.888 orang, dan yang sembuh 161.782 orang.

Indonesia berada pada urutan ke-36 dengan korban terinfeksi sebanyak 10.843 orang dan yang meninggal sebanyak 831 orang. Sedangkan sebanyak 1.665 orang telah sembuh total dari mereka yang positif terjangkit.

Trump Coba-coba Obat Lagi

[Sabtu, 03/5] Pemerintahan Presiden Donald Trump tampaknya main coba-coba obat lagi untuk penderita Covid-19. Itu diumumkan pada hari Jum’at, 02/05 kemarin waktu setempat. Remdesivir dipilih setelah sebulan lalu Trump menyatakan hydroclholoroquine yang aslinya untuk penangkal malaria, dikatakan ampuh menyembuhkan Covid-19.

The New York Times melaporkan bahwa Remdesivir adalah obat yang telah terbukti gagal melawan Ebola dan hepatitis. Produk buatan Gilead Sciences di La Verne, California tersebut secara kilat memperoleh pengesahan dari lembaga pengawasan obat dan makanan AS, FDA (Foods and Drugs Administration) untuk melawan Covid-19.

Keputusan kilat tersebut diambil setelah diketahui bahwa Remdesivir konon bisa menyembuhkan pasien Covid-19 stadium parah dari 14 hari menjadi hanya 11 hari saja. Namun Remdesivir tidak terbukti menurunkan angka kematian pasien.

Riset penggunaan Remdesivir untuk pasien Covid-19 dilakukan oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases atau NIAID. DR.Anthony S.Faucy membenarkan hasil riset tersebut dengan mengatakan bahwa temuan itu adalah bukti sangat penting walaupun bukan temuan sangat ampuh. Presiden Trump memuji temuan tersebut sebagai sesuatu yang menjanjikan.

Walau begitu kajian di Tiongkok menyatakan bahwa Remdesivir tidak berarti apa pun untuk pengobatan Covid-19 stadium tinggi. Laporan mereka diterbitkan The Lancet minggu ini.

Tanpa peduli dengan laporan dari Tiongkok, pihak Gilead Sciences tampaknya mendapat angin di AS. Dia dipesani 1,5 juta ampul untuk diresepkan bagi 150.000 pasien di AS.