WHO: Vaksin Covid-19 Kemungkinan Tidak Akan Pernah Ada

WHO: Vaksin Covid-19 Kemungkinan Tidak Akan Pernah Ada

[Jum’at, 08.05.20, 23.50wib/Penulis: Awasita Adi] Prof.DR.dr.David Nabarro, profesor bidang kesehatan global dari Imperial College, London, meminta agar masyarakat dunia mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dan beradaptasi dengan Covid-19. Juga tidak terlalu berharap banyak akan ditemukannya vaksin antivirus SARS – CoV2 penyebab Covid-19. Hal senada namun dengan kandungan sedikit rasa optimisme juga dikatakan oleh Prof. Ian Frazer dari Universitas Queensland, Australia.

Prof. Nabarro adalah salahsatu ahli terkemuka dunia dalam bidang penyebaran penyakit, dan staf ahli khusus penanganan Covid-19 pada WHO. Ia berbicara dalam kapasitasnya sebagai pejabat WHO, dalam rangka menyampaikan informasi perlunya masyarakat dunia mempersiapkan segala hal pasca pandemi Covid-19 kelak diangap selesai.

“Kita tidak harus senantiasa menciptakan vaksin yang aman dan efektif untuk melawan sebuah virus. (Karena) Beberapa jenis virus amat sangat sulit dalam kaitannya dengan pengembangan vaksinnya. Sehingga sejauh kita bisa memandang periode ke depan ini, tampaknya kita harus berupaya untuk hidup berdampingan dengan SARS-CoV2 sebagai sebuah ancaman tetap,” ujar Nabarro kepada media The Observer sebagaimana dikutip The Guardian April lalu. https://www.theguardian.com/world/2020/apr/18/how-did-britain-get-its-response-to-coronavirus-so-wrong

Inilah wajah virus SARS-CoV2 yang diperbesar puluhan ribu kali penyebab merebaknya penyakit yang diberi nama Covid-19 [foto National Institute Of Allergy And Infectious Diseases, NIH ]

Prof. Ian Frazer dari Universitas Queensland menjelaskan tingkat kesulitan pembuatan vaksin untuk membuat manusia imun terhadap Covid-19.

“Karena SARS-CoV2 menyerang rongga kerongkongan atas manusia. Bagian itu adalah area tidak jelas kategorinya dalam tubuh manusia. Apakah dia termasuk organ dalam atau organ luar. Padahal penciptaan vaksin harus persis targetnya, organ luar atau organ dalam,” demikian Frazer menjelaskan kepada ABCNet.au April lalu.

Kita memang memahami bahwa berbagai vaksin selama ini secara spesifik dicipta untuk menjadi antivirus pembuat manusia imun terhadap virus yang menyerang organ, atau organ luar. Misalnya kolera, disentri (organ dalam), campak, cacar (organ luar).

Sehingga Frazer, senada dengan Nabarro dari Inggris mengatakan, kita perlu waktu sangat lama untuk bisa mengembalikan gaya dan pola hidup yang sama dengan sebelum Covid-19 menjadi pandemi. Itu pun tidak mungkin akan persis sama.