Perekonomian AS Terburuk Sejak Depresi Besar

New York yang sudah lama menjadi magnet keuangan dunia. Kini sejak AS diserang Covid-19, menjadi redup tidak lagi menyinarkan harapan kemakmuran [foto H.I.S Travel]

[Sabtu, 09/05/2020, 22.35wib/Penulis: Awasita Adi]. Kehidupan di Amerika Serikat (AS) tampaknya tidak mudah akibat pandemi Covid-19. Perekonomian mereka terjun bebas, rakyat miskin meningkat drastis. Dan yang lebih mengenaskan adalah terkait ketenagakerjaan.

Sebagaimana dilaporkan oleh The New York Times edisi 08 Mei 2020 https://www.nytimes.com/2020/05/08/us/coronavirus-updates.html?campaign_id=60&emc=edit_na_20200508&instance_id=0&nl=breaking-news&ref=headline&regi_id=87992674&segment_id=26995&user_id=914db51279000be6a727ca686b09fc83, selama bulan April lalu, AS kehilangan 20,5 juta lapangan pekerjaan, dan itu mengakibatkan pengangguran menjadi 14,7%. Kondisi parah seperti ini adalah yang terburuk sejak Depresi Besar dasawarsa 1930an yang di Indonesia dikenal sebagai malaise.

Bahkan lebih buruk daripada angka-angka tersebut, Kementerian Perburuhan menjelaskan bahwa disebabkan karena cara pencatatan pengangguran, sangat mungkin sebenarnya angka penganguran sudah mendekati 20%. Masih dari The New York Times.

Kenyataan kondisi perekonomian AS ini paradoks dengan sikon Tiongkok, lawan AS dalam perang dagang sengit yang terjadi setahun terakhir ini. RRT dengan cepat mampu memulihkan sikon perekonomiannya pasca penanganan pandemi Covid-19 di negara komunis terbesar tersebut.

Kondisi perekonomian di AS maupun di RRT dapat dipastikan mempenaruhi sikon perekonomian di Indonesia pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *