JKN: Mengapa Tidak Belajar dari Cuba

JKN: Mengapa Tidak Belajar dari Cuba
JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional adalah produk asuransi yang dikelola oleh BPJS Kesehatan

Cuba Sang Jagoan Kesehatan Masyarakat

Cuba tak pelak adalah negara yang sangat sukses melaksanakan program kesehatan dasar masyarakat. Organisasi kesehatan dunia di bawah naungan PBB, WHO bahkan menilai program kesdasmas Cuba adalah yang terbaik di dunia.

Sebagaimana dilaporkan dalam buletin WHO tahun 2008, angka kematian balita Cuba tahun 2004 hanya 7. Artinya ada 7 kematian di antara 1.000 balita. Angka harapan hidup rakyat Cuba tahun 2008 dilaporkan 77 tahun. Sejak dasawarsa 1960an pemerintah Cuba sudah menyebar Puskesmas di seantero negeri jauh hari sebelum bangsa-bangsa di dunia menandatangani Deklarasi Alma Ata 1978 yang disponsori WHO tentang kesehatan masyarakat.

Pemeriksaan kesehatan balita secara berkala di Puskesmas Septiembre, Havana, Cuba [foto: Buletin WHO]

Bandingkan dengan Indonesia tahun 2016 yang tingkat kematian balitanya masih sangat tinggi, yaitu 25,5 (https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/11/25/meski-menurun-angka-kematian-bayi-di-indonesia-masih-tinggi). Itu artinya ada 51 balita yang mati di antara 2.000 kelahiran. Sedangkan dalam hal usia harapan hidup Indonesia, tahun 2010-2015 masih 70,1 tahun. Lalu bisakah ditunjukkan pada kita, di mana saja Puskesmas dimiliki Indonesia pada dasawarsa 1960an?

Paradigma Preventif

Sukses besar Cuba yang luar biasa dalam menjaga status kesehatan masyarakatnya karena paradigma program kesehatan masyarakat yang diselenggarakan negara adalah preventif atau pencegahan. Pemerintah Cuba seolah berbicara kepada para penyakit: “Sebelum kalian menyakiti rakyatku, mereka kami perkuat terlebih dahulu!”

Paradigma preventif yang mencegah penyakit sebelum hinggap dilakukan melalui berbagai pendidikan aspek kesehatan masyarakat, pengawasan status kesehatan masyarakat rentan seperti perempuan, Ibu, anak, dan orang tua, penyediaan fasilitas dan layanan kesehatan yang luas sehingga mudah dan murah dijangkau masyarakat, dan penyediaan asuransi kesehatan gratis bagi seluruh rakyat tanpa membedakan kelas pelayanan.

Cuba ternyata tidak bisa ditundukkan dengan tekanan oleh siapa pun yang punya kepentingan bisnis dan politik di negeri pulau tersebut. Karena program preventif kesehatan memangkas secara signifikan jumlah orang sakit secara nasional. Riset Kesehatan Dasar di Indonesia tahun 2012 pun berbicara tentang hal ini. Sedangkan orang sakit adalah komoditas dagang empuk. Mereka akan mempertaruhkan apa pun demi kesembuhan. Harta benda bahkan aset produksi seperti sawah, ternak pun dijual. Dan semua uang orang yang mencari kesembuhan itu larinya ke dunia medis termasuk industri farmasi, rumahsakit, tenaga medis, pedagang alkes.

Cuba Negeri Diembargo

Barangkali ada yang berpikir bahwa Cuba adalah negara kaya sehingga mereka punya devisa melimpah untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan preventif melalui berbagai program promosi kesehatan. Sama sekali bukan. Mereka termasuk negara miskin. Cuba bahkan senantiasa direcoki tetangganya AS dengan segala cara yang pada intinya bermaksud menyingkirkan rejim komunis sosialis Cuba yang letak geografisnya berada di halaman belakang AS.

Gangguan AS terhadap Cuba sudah dilakukan berkali-kali mulai dari yang paling kasar seperti Operasi Penyerbuan dukungan AS lewat Teluk Babi di Cuba https://id.wikipedia.org/wiki/Invasi_Teluk_Babi. yang gagal total, gangguan ekonomi berupa embargo perdagangan dan ekonomi, sampai gangguan lebih lembut berupa bantuan teknis dan finansial pada kaum pelarian Cuba di AS, Canada, dan negara-negara lain https://en.wikipedia.org/wiki/Cuban_exile. Para diaspora Cuba ini di antaranya melakukan propaganda betapa nyaman kehidupan mereka di luar Cuba karena adanya kebebasan penuh atas hak-hak hidup. Dan sebaliknya betapa menderitanya hidup di dalam negeri Cuba.

Namun pemerintahan Havana bergeming. Walau demikian toh mereka tetap sukses sebagai bangsa dengan indikator kesehatan terbaik di dunia. Cuba bukan bangsa kaleng-kaleng yang mudah ditundukkan.

Bagaimana dengan Indonesia? Pendekatan kesehatan dasar seperti apakah yang dijadikan panglima. Ternyata bukan preventif tetapi kuratif. Indonesia mengutamakan penyembuhan orang sakit, daripada mengajari rakyat mencegah sakit.

Komodifikasi orang sakit umum terjadi di Indonesia. Salahsatunya adalah dijadikannya RSUD sebagai sumber PAD kabupaten/kota. Ini disinyalir oleh anggota DPR dr.Ribka Ciptaning https://www.youtube.com/watch?v=d78uXMTxIFg. Kemudian RSUD-RSUD berlomba-lomba membangun sarana prasarana mereka menjadi rumahsakit unggulan, tidak lain untuk memenangkan persaingan memperoleh pasien, dan ujung-ujungnya PAD meningkat dari pemasukan RSUD tersebut.

Tampaknya bangsa kaya berlimpah sumberdaya alam dan jumlah penduduk ini harus belajar dari Cuba. Bangsa kecil, dengan wilayah kecil, tentu dengan kekayaan alam sangat terbatas. Tetapi mereka berhasil menjadi negara dengan pelayanan kesehatan dasar masyarakat klas dunia yang diakui WHO.

Iuran Terlalu Kecil Diragukan Jadi Penyebab

Berbagai pihak meragukan iuran terlalu kecil adalah penyebab defisit BPJS. Misalnya KPK sejak awal Maret bahkan menengarai adanya salah urus dana BPJS. KPK bahkan menduga adanya fraud dalam penyelenggaraan JKN oleh BPJS dan rumahsakit-rumahsakit. Dari kalangan legislatif juga santer disampaikan agar iuran JKN tidak dinaikkan. Bahkan pemimpin partai koalisi pemerintah PDIP pun menolak kenaikan iuran JKN. DPR pun menduga ada salah urus oleh pihak Manajemen BPJS dalam menyelenggarakan JKN. LSM ICW idem ditto.

Pola Pikir Uang, Uang, Uang

Tapi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo bergeming. Bahkan anak buahnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan ringannya tanpa beban seolah nir-empati bilang: “Tidak kuat bayar iuran klas satu atau dua ya turun saja ke klas tiga.”

Pola pikir mereka di kalangan pemerintahan sepertinya uang, uang, dan uang saja. Mereka sepertinya tidak mampu, atau tidak mau melihat cakrawala yang lebih jauh dan luas, terkait pembiayaan JKN oleh BPJS. Entah sistemnya, entah pemberdayaan masyarakatnya untuk menjadi sehat sehingga tidak sakit-sakitan, entah aspek keadilannya, dan seterusnya dan sebagainya.

Oleh karena itu, mengapa para petinggi kita tidak belajar saja dari Cuba? Kasus sukses Cuba dalam penanganan kesehatan masyarakat dengan sistem pembiayaannya yang bagi seluruh rakyatnya adalah gratis, adalah sebuah best practice. Belajarlah ke sana, replikasi metode dan teknik mereka tentu dengan modifikasi-modifikasi yang sesuai sikon relevan dengan Indonesia, ujicoba setahun, revisi setelah itu, dan seterusnya.

Terdapat anjuran untuk belajarlah walau sampai ke negeri Tiongkok. Nah untuk bidang penanganan kesehatan masyarakat, saya anjurkan pemerintah untuk mau mengikuti nasihat belajarlah penanganan kesehatan masyarakat walau sampai ke negeri Cuba [Abang Rahino, bisa dihubungi melalui surel di alamat sanggarkertas@gmail.com]

Iran Salah Tembak Lagi

Iran Salah Tembak Lagi
Kapal fregat Jamaran milik AL Garda Revolusi Iran yang hari Minggu 10.05.2020 tanpa sengaja menembakkan misil C-802 buatan Rusia ke kapal serbaguna Konarak milik AL juga [foto FarsNewsAgency]

[Senin, 11.05.2020, 23.25wib/Penulis: Lembayung Fajar] Militer Garda Revolusi Iran untuk kesekian kali hari Minggu siang melakukan kesalahan fatal penembakan yang menimbulkan 19 korban mati dan 15 orang luka-luka parah. Demikian yang dapat dikutip dari The New York Times (TNYT) edisi hari Minggu, 1o.05.2020.

Insiden itu terjadi dalam latihan perang rutin yang diselenggarkan AL Garda Revolusi Iran di Laut Oman lepas pantai kota Jask, Iran. Menurut TNYT, Garda Revolusi Nasional negara para mullah memang secara rutin melakukan latihan perang dengan dua tujuan. Pertama, mereka melakukan ujicoba berbagai alutsista buatan dalam negeri, kedua mereka unjuk kekuatan pada situasi ketegangan yang terjadi antara Washington dan Teheran.

Dalam kasus hari Minggu 10.05.2020 siang, kapal fregat Jamaran melakukan penembakan persahabatan dengan misil C-802, namun entah bagaimana misil tersebut mengunci target kapal serbaguna Konarak yang belum lama digabungkan pada AL Garda Revolusi Iran. Konarak berantakan dan rusak parah.

Kapal serbaguna Garda Revolusi Iran, Konarak, yang dihajar misil salah tembak oleh kapal perang Iran lain dalam latihan perang di Laut Oman, hari Mingu 10.05.2020 siang hari waktu setempat [foto: BBC.com]

Pihak militer Iran mengatakan kejadian tertembaknya Konarak karena kesalahan manusia (human error).

Insiden Jamaran versus Konarak ini adalah kelakuan human error kedua dengan akibat fatal yang dibuat oleh pihak militer Garda Revolusi Iran sejak Januari 2020.

Pada tanggal 8 Januari 2020 pagi, dua rudal diluncurkan dari peluncuran milik Garda Revolusi Iran dan mengunci pesawat sipil penumpang milik Ukraine International Airlines https://www.flyuia.com nomor penerbangan PS752. Sebanyak 176 orang terdiri atas penumpang dan awak pesawat tewas semua, sebagaimana dilaporkan The Guardian 21.01.2020. Entah apa yang ada dalam pikiran anggota militer Iran ketika mereka memutuskan untuk meluncurkan kedua rudal. Sampai hari ini tidak pernah ada penjelasan resmi pihak Iran yang menyakinkan mengenai hal tersebut kecuali bahwa itu adalah kesalahan manusia atau human error karena mengira PS752 yang baru saja mengudara dari bandara internasional Teheran adalah rudal musuh.

Pesawat jenis Boeing 737-800 milik Ukraine International Airlines seperti inilah yang dihajar misil darat ke udara TOR-1 buatan Rusia, yang diluncurkan oleh AU Garda Revolusi Islam Iran tanggal 8 Januari 2020 di dekat Teheran [foto: Wikipedia]

Walau demikian Presiden Iran Hassan Rouhani menyampaikan penyesalan mendalamnya dan seperti dilaporkan oleh The Guardian mengatakan bahwa insiden tersebut adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Bahkan sekelompok demonstran di Teheran menuntut pengunduran diri Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Namun tuntutan itu ditolak dengan alasan bahwa Dewan Pakar yang memilih Pemimpin Tertinggi sebenarnya tidak memilih. “Tapi mereka menemukan Pemimpin Tertinggi, karena legitimasi baginya datang dari Allah, Nabi Muhammad, dan para Imam Syiah,” demikian dikatakan oleh wakil dari Garda Revolusi Iran kepada para demonstran.

Reruntuh pesawat Ukraine International Airlines penerbangan PS752 setelah ditembak jatuh pasukan Garda Revolusi Iran [foto: GlobeAndMail.com]

Para analis militer dan penerbangan sipil dunia pada umumnya mengatakan, wilayah udara Iran dan wilayah darat dan laut sekitar Iran dengan demikian tidaklah aman dilintasi. Itu akibat berbagai sebab. Antara lain ketidakhandalan militer Iran, ketegangan Teheran dan Washington, dan sikap Iran yang ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah adidaya di wilayah Timur Tengah.

Perekonomian AS Terburuk Sejak Depresi Besar

Perekonomian AS Terburuk Sejak Depresi Besar

New York yang sudah lama menjadi magnet keuangan dunia. Kini sejak AS diserang Covid-19, menjadi redup tidak lagi menyinarkan harapan kemakmuran [foto H.I.S Travel]

[Sabtu, 09/05/2020, 22.35wib/Penulis: Awasita Adi]. Kehidupan di Amerika Serikat (AS) tampaknya tidak mudah akibat pandemi Covid-19. Perekonomian mereka terjun bebas, rakyat miskin meningkat drastis. Dan yang lebih mengenaskan adalah terkait ketenagakerjaan.

Sebagaimana dilaporkan oleh The New York Times edisi 08 Mei 2020 https://www.nytimes.com/2020/05/08/us/coronavirus-updates.html?campaign_id=60&emc=edit_na_20200508&instance_id=0&nl=breaking-news&ref=headline&regi_id=87992674&segment_id=26995&user_id=914db51279000be6a727ca686b09fc83, selama bulan April lalu, AS kehilangan 20,5 juta lapangan pekerjaan, dan itu mengakibatkan pengangguran menjadi 14,7%. Kondisi parah seperti ini adalah yang terburuk sejak Depresi Besar dasawarsa 1930an yang di Indonesia dikenal sebagai malaise.

Bahkan lebih buruk daripada angka-angka tersebut, Kementerian Perburuhan menjelaskan bahwa disebabkan karena cara pencatatan pengangguran, sangat mungkin sebenarnya angka penganguran sudah mendekati 20%. Masih dari The New York Times.

Kenyataan kondisi perekonomian AS ini paradoks dengan sikon Tiongkok, lawan AS dalam perang dagang sengit yang terjadi setahun terakhir ini. RRT dengan cepat mampu memulihkan sikon perekonomiannya pasca penanganan pandemi Covid-19 di negara komunis terbesar tersebut.

Kondisi perekonomian di AS maupun di RRT dapat dipastikan mempenaruhi sikon perekonomian di Indonesia pula.

Covid-19: Informasi Terbaru. Progres Indonesia Positif.

Covid-19: Informasi Terbaru. Progres Indonesia Positif.
Covid-19 global dalam angka tanggal 09.05.2020 jam 14.52wib. [foto: tangkapan layar situs worldometer]

[Sabtu, 09.05.2020, 15.45wib/Penulis: Fajar Lembayung]. Sampai dengan tanggal 9 Mei 2020 hari Sabtu jam 14.52wib, angka-angka korban terinfeksi Covid-19, kematian dan kesembuhan secara global masih terus meningkat. Itu dapat dicermati dari situs www.worldometer.com/coronavirus

Empat juta lebih orang telah positif terinfeksi di seluruh dunia, kematian karena virus corona galur terbaru ini telah mencapai 276.373 orang, sedangkan tingkat kesembuhan mencapai 1.393.117 dari total pasien positif terinfeksi. Tingkat kesembuhan ini berarti sekitar 34,6%. Sedangkan total kematian sekitar 6,86%. Sedangkan kasus-kasus yang masih aktif pasiennya dirawat ada 2.357.348 orang sedangkan kasus yang sudah dianggap selesai penanganan medisnya berumlah 1.669.490 orang.

Kasus-kasus yang masih aktif dirawat pasiennya dan yang sudah benar-benar ditutup kasusnya karena sudah dinyatakan sembuh total [foto tangkapan layar dari situs worldometer]

Bangsa Amerika Serikat masih menempati puncak klasemen sementara dalam pandemi Covid-19 ini dengan korban positif terinfeksi sebanyak 1.322.163 orang. Angka kesembuhan sebanyak 223.749 orang (sekitar 16,9% %), dan tingkat kematian sebanyak 78.616 orang (sekitar 5,9%).

Sedangkan bangsa Indonesia berada pada urutan ke-37 bergeser lebih baik dari urutan sebelumnya yang ke-36 karena disusul oleh Bangladesh. Korban positif di Indonesia sebanyak 13.112 orang dengan kesembuhan sebanyak 2.494 orang (sekitar 19%). Sedangkan tingkat kematian sebanyak 943 orang atau sekitar 7,2%.

Walau pun tingkat kesembuhan di Negeri Paman Sam lebih baik dari rerata prosentase dunia, namun tingkat kematian mereka masih sangat jauh lebih tinggi daripada prosentase kematian global. Sebaliknya Indonesia mencatat kemajuan berarti ketika mencapai tingkat kesembuhan yang 19% sedangkan tingkat kematian turun signifikan tinggal hanya 7,2% dari minggu-minggu sebelumnya yang 8 – 9%.

WHO: Vaksin Covid-19 Kemungkinan Tidak Akan Pernah Ada

WHO: Vaksin Covid-19 Kemungkinan Tidak Akan Pernah Ada

[Jum’at, 08.05.20, 23.50wib/Penulis: Awasita Adi] Prof.DR.dr.David Nabarro, profesor bidang kesehatan global dari Imperial College, London, meminta agar masyarakat dunia mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dan beradaptasi dengan Covid-19. Juga tidak terlalu berharap banyak akan ditemukannya vaksin antivirus SARS – CoV2 penyebab Covid-19. Hal senada namun dengan kandungan sedikit rasa optimisme juga dikatakan oleh Prof. Ian Frazer dari Universitas Queensland, Australia.

Prof. Nabarro adalah salahsatu ahli terkemuka dunia dalam bidang penyebaran penyakit, dan staf ahli khusus penanganan Covid-19 pada WHO. Ia berbicara dalam kapasitasnya sebagai pejabat WHO, dalam rangka menyampaikan informasi perlunya masyarakat dunia mempersiapkan segala hal pasca pandemi Covid-19 kelak diangap selesai.

“Kita tidak harus senantiasa menciptakan vaksin yang aman dan efektif untuk melawan sebuah virus. (Karena) Beberapa jenis virus amat sangat sulit dalam kaitannya dengan pengembangan vaksinnya. Sehingga sejauh kita bisa memandang periode ke depan ini, tampaknya kita harus berupaya untuk hidup berdampingan dengan SARS-CoV2 sebagai sebuah ancaman tetap,” ujar Nabarro kepada media The Observer sebagaimana dikutip The Guardian April lalu. https://www.theguardian.com/world/2020/apr/18/how-did-britain-get-its-response-to-coronavirus-so-wrong

Inilah wajah virus SARS-CoV2 yang diperbesar puluhan ribu kali penyebab merebaknya penyakit yang diberi nama Covid-19 [foto National Institute Of Allergy And Infectious Diseases, NIH ]

Prof. Ian Frazer dari Universitas Queensland menjelaskan tingkat kesulitan pembuatan vaksin untuk membuat manusia imun terhadap Covid-19.

“Karena SARS-CoV2 menyerang rongga kerongkongan atas manusia. Bagian itu adalah area tidak jelas kategorinya dalam tubuh manusia. Apakah dia termasuk organ dalam atau organ luar. Padahal penciptaan vaksin harus persis targetnya, organ luar atau organ dalam,” demikian Frazer menjelaskan kepada ABCNet.au April lalu.

Kita memang memahami bahwa berbagai vaksin selama ini secara spesifik dicipta untuk menjadi antivirus pembuat manusia imun terhadap virus yang menyerang organ, atau organ luar. Misalnya kolera, disentri (organ dalam), campak, cacar (organ luar).

Sehingga Frazer, senada dengan Nabarro dari Inggris mengatakan, kita perlu waktu sangat lama untuk bisa mengembalikan gaya dan pola hidup yang sama dengan sebelum Covid-19 menjadi pandemi. Itu pun tidak mungkin akan persis sama.



McDonald Sarinah: Ditutup Bukan Karena Sepi Pembeli

McDonald Sarinah: Ditutup Bukan Karena Sepi Pembeli
Gerai McDonald di Sarinah Jl.Thamrin, Jakarta Pusat. Gerai pertama McDee yang mulai dioperasikan tanggal 23 Februari 1991 [foto Akurat.co]

[Jumat, 08.05.20, 17.15/penulis: Awasita Adi] Gerai restoran cepat saji McDonald di gedung Toserba Sarinah, Jl.MH Thamrin, Jakarta Pusat, sejak hari Minggu, 10 Mei 2020 jam 22.05 akan ditutup secara permanen. Demikian kabar yang sudah santer beredar di berbagai portal berita maupun media sosial.

Namun penutupan tersebut bukan sebagai akibat dari PSBB di Jakarta dan sekitarnya yang mengakibatkan turunnya angka penjualan. McDee Sarinah ditutup karena rencana alihfungsi yang dilakukan manajemen PT Sarinah, pemilik gedung Toserba Sarinah.

Kabar mengenai pengalihfungsian gedung Toserba Sarinah memang sudah santer terdengar sejak Erick Thohir didaulat menjadi Menteri BUMN. Tentu dengan restu Presiden Jokowi, gedung Toserba Sarinah akan sepenuhnya diubah menjadi pusat bisnis UMKM dari seluruh Indonesia.

“”Iya, ini bukan karena PSBB,” ujar Direktur Utama PT Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, Jumat dini hari (8/3/2020), sebagaimana ditulis dalam Akurat.co edisi hari ini Jum’at 08 Mei 2020. 

Melegenda

Kabar ditutupnya gerai McDee di Sarinah cepat viral karena tidak terlepas dari statusnya sebagai gerai McDee pertama di Indonesia dan yang melegenda. McDee gerai Sarinah yang mulai dioperasikan tanggal 23 Februari 1991 tersebut adalah gerai pertama bisnis restoran cepat saji berantai McDonald di Indonesia. Bukan itu saja, McDee Sarinah juga bisnis restoran cepat saji berantai dengan pola bisnis waralaba dari AS pertama yang membuka bisnis di Indonesia.

Saat pembukaan pada hari Sabtu, 23 Februari 1991, calon pembeli mengular sabar mengantre sampai lahan parkir Sarinah dan trotoar Jl.Thamrin depan gedung Toserba Sarinah. Mereka tentu antusias ingin merasakan menjadi pelanggan di hari perdana McDee di Indonesia, yang bagi mereka agaknya sebuah status simbol istimewa.

Restoran cepatsaji McDonald dimiliki oleh manajemen waralaba McDOnald’s Corporation yang berkantor pusat di Chicago, Illinois, AS. Menurut publikasi resmi McDonald yang dibaca pada 24/11/2007, dalam bagian Corporate FAQ dijelaskan bahwa mereka mengoperasikan lebih dari 32.000 gerai di seluruh dunia. Jumlah karyawan mereka di seluruh dunia lebih dari 400.000 orang pada Januari 2010.

Pada awal berdirinya di Indonesia, pewaralabanya adalah PT Bina Nusa Rama. Namun pada tangal 3 Juni 2009 hak waralaba diambil alih oleh PT Rekso Nasional Food, anak perusahan Rekso Group induk perusahaan minuman ringan Sinar Sosro.

Didi Kempot: Bapak Patah Hati Nasional …

Dionisius Prasetyo alias Didi Prasetyo alias Didi Kempot, Sang “Bapak Patah Hati Nasional” meninggal dunia hari ini, Selasa 05 Mei 2020, di kota kelahirannya, Sala [foto suara.com]

[Sabtu, 05/05/20, 16.00/oleh Awasita Adi] Didi Kempot atau yang bernama asli Dionisius Prasetyo, hari ini Selasa, 05 Mei 2020 meninggal setelah dirawat di RS Kasih Ibu, Sala, selama beberapa jam. Dikabarkan, Didi Kempot terkena serangan jantung, meninggal dalam usia 53 tahun.

Sangat mungkin tidak ada satu pun orang Indonesia yang meragukan totalitas Didi Kempot dalam menekuni pilihan hidup yang telah diambilnya. Sebuah pilihan hidup yang ditekuninya sejak ia masih hidup menderita di jalanan kota Surakarta sebagai pengamen jalanan.

Meniti Dari Sangat Bawah

Dalam meniti kehidupannya, ia tidak mengandalkan ayahnya Edi Gudel, pelawak senior di Srimulat yang legendaris. Atau kakak kandungnya Mamiek Prakoso yang telah terlebih dahulu sukses sebagai pelawak di Srimulat juga. Namun Prasetyo muda alias Didi Kempot kelahiran 31 Desember 1966 ini mengambil jalan pilihannya sendiri sebagai pengamen tunggal sejak ia berusia 18 tahun.

Didi Kempot bahkan tidak pernah lulus sekolah SMA karena ia drop out. Namun sang ayah memberi bekal yang dia pegang teguh, bahwa untuk menjadi besar tidak harus sekolah formal tinggi-tinggi. “Hal terpenting yang wajib diugemi adalah ketekunan mengembangkan bakat yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kamu,” begitu kira-kira Edi Gudel berpesan kepada Prasetyo remaja ketika tidak lulus sekolah dan ogah lanjut sekolah lagi.

Menantang Kerasnya Ibukota

Prasetyo mengamen selama tiga tahun di Sala sampai 1986 sejak awal 1984. Kemudian dia memberanikan diri merantau ke ibukota Jakarta sejak 1987. Di kota besar penuh tantangan dan sekaligus peluang itu, Prasetyo membangun komunitas Kempot, Kelompok Pengamen Trotoar. Dari nama itu, istilah Kempot menempel khas pada nama panggilannya yang Didi menjadi Didi Kempot yang menjadi citra dirinya.

Kehidupan di jalanan yang keras di ibukota tidak membuat Didi Kempot takut merekam lagu-lagunya secara mandiri di studio musik. Hasil rekamannya kemudian dia tawarkan ke para produser. Namun Dewi Fortuna belum melirik pada anak muda ini. Tak satu pun dapur rekaman yang mau memproduseri Didi Kempot.

Mulai Melahirkan Album

Baru pada tahun 1989 Musica Studio bersedia menggandeng Didi Kempot membuat album perdananya. Salahsatu lagu terpopuler dari album perdana Didi Kempot tersebut adalah lagu Cidra (Cidro) https://www.youtube.com/watch?v=0ADwyqBL5ds.

Lagu Cidro yang bercerita tentang patah hatinya tersebut adalah sebuah kisah nyata dirinya. Kemudian lagu-lagu dengan lirik bernuansa patah hati menjadi ciri khas karya musik Didi Kempot secara dominan, dari 700 lagu ciptaannya.

Karena dominasi tema patah hati tersebut, Didi Kempot oleh komunitas penggemarnya yang tergabung dalam Sobat Ambyar dinobatkan sebagai Bapak Patah Hati Nasional bahkan dibahasainggriskan menjadi The Godfather of Broken Heart.

Kombinasi segmentasi lagu bertema patah hati dan genre campursari berbahasa Jawa, membuat popularitas Didi Kempot cepat menanjak walau tidak mendadak tenar. Komunitas Jawa di Indonesia adalah mayoritas dengan prosentase sebesar 40,22% pada Sensus Nasional 2010 https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa. Didi Kempot dengan cerdik membidik segmen pasar ini. Dan dia berhasil gemilang!

Setelah berjuang menantang kerasnya persaingan panggung pertunjukan dan dunia rekaman ibukota sejak 1989, popularitas Didi Kempot secara perlahan menanjak. Salahsatu kiat mendongkrak popularitas adalah Didi Kempot tidak terlalu memilih penanggapnya. Siapa pun yang memintanya manggung, dia layani. Sehingga berbagai lapisan masyarakat dan komunitas semakin mengenal dia.

Karier Internasional

Didi Kempot untuk pertama kali mengadakan tur ke luar negeri pada tahun 1993 atas undangan masyarakat Jawa Suriname, di Amerika Selatan. Dengan dukungan masyarakat Jawa yang memang suku mayoritas di negeri bekas jajahan Belanda tersebut, Didi Kempot menetap beberapa tahun di sana. Banyak job dia terima karena memang suku Jawa Suriname senantiasa rindu akar budaya mereka, dan tekun merawatnya di negeri rantau.

Sukses di Suriname sebagai artis penyanyi papan atas, Didi Kempot tahun 1996 terbang ke Belanda. Di Negeri Kincir Angin tersebut Didi Kempot sempat merekam album “Layang Kangen” https://www.youtube.com/watch?v=lQ2PTIF8wC0. Didi Kempot menetap dan menjadi artis dengan job rutin di Belanda sampai 1998, kemudian kembali ke Indonesia.

Di Indonesia kiprah Didi Kempot semakin berkibar dan semakin banyak lagu campursari dan congdut atau keroncong dangdut tercipta dari tangannya.

Puluhan Album

Didi Kempot menghasilkan puluhan album, antara lain Stasiun Balapan (1999), Modal Dengkul, Tanjung Mas Ninggal Janji, Seketan Ewu, Plong (2000), Ketaman Asmoro (2001), Poko’e Melu (2002), Cucak Rowo (2003), Jambu Alas bersama Nunung Alvi (2004) dan Ono Opo (2005). Menurutnya, dia sudah mencipta tidak kurang dari 700an lagu. Namun Didi Kempot mengaku pencatatan diskografi itu tidak rapi dan sedang dalam pencatan ulang. Popularitas lagu Stasiun Balapan membuat Didi Kempot didaulat PT Kereta Api Indonesia sebagai Duta Kereta Api Indonesia.

Konser Amal Covid-19

Pada 11 Maret 2020 Kompas TV bekerjasama dengan manajemen Didi Kempot menyelenggarakan Konser Amal Dari Rumah. Magnet kuat karena popularitas Didi Kempot berhasil mengumpulkan dan sebesar Rp 5,3M lebih yang disumbangkan dari 30.230 orang penggemarnya di seluruh dunia, hanya dalam waktu tiga jam siaran. Sedangkan Total donasi sementara yang tercatat per tanggal 17 April 2020, sudah mencapai Rp7,511,542,259. Hasil konser amal ini adalah untuk membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Konser Ambyar Tak Jogeti

Sebenarnya Didik Kempot sudah dikontrak oleh sebuah EO di Jakarta untuk menyelenggarakan konser memperingati 30 tahun pengabdiannya di dunia musik. Konser yang dirancang besar-besaran dengan memilih venue Gelora Bung Karno (GBK), Senayan di Jakarta tersebut bertajuk Konser Ambyar Tak Jogeti. Tanggal sudah pula diset yaitu Jumat, 10 Juli 2020.

“Tanggal 10 Juli 2020. Itu memang hari Jum’at, karena Mas Didi Kempot padat pada hari Sabtu dan Minggu,” kata Direktor Garindo Media Tama, Dian Eka, Selasa, 10 Maret lalu sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia hari ini.

Namun karena terjadi wabah Covid-19, konser diundur sampai 14 November 2020. Tapi apa lacur, Sang Empunya Segala menghendaki lain. Dionasius Prasetyo alias Didi Prasetyo alias Didi Kempot hari ini tanggal 05 Maret 2020 berpulang ke haribaan Sang Keabadian. Selamat jalan Mas Didi Kempot. Pengabdian Anda menginspirasi bergenerasi manusia Indonesia!

Covid-19: Seharusnya Kami Tidak Ke Inggris

Covid-19: Seharusnya Kami Tidak Ke Inggris
Matt Raw dan Ying, istrinya di kampung halaman mereka di Knutsford, Chesfire, Inggris. “Kami keluar dari panci melompat ke api” [foto BBC]

[Selasa, 05/05, 08.59wib/penulis: Fajar L.Rouge] Matt Raw, Ying istrinya, dan Hazel mertua Ying yang berusia 75 tahun, ada di antara rombongan warganegara Inggris yang dievakuasi pemerintah Kerajaan Inggris keluar dari Wuhan saat wabah Covid-19 semakin mendera di sana. Sesampai di Inggris mereka dikarantina. Sekarang mereka menyesal atas keputusan mereka kembali ke Inggris.

Matt sekarang paham bahwa pemerintah Tiongkok telah bertindak segalanya dengan tepat dan benar. “Mereka bertindak jauh lebih cepat daripada Inggris dalam membatasi penyebaran penyakit itu”, kata Matt kepada BBC sebagaiman dimuat di laman BBC hari Senin, 04/05 kemarin https://www.bbc.com/news/uk-england-merseyside-52498893

Raw mengingat-ingat tentang kasus Covid-19 pertama di Inggris, dan menilai apa yang dilakukan pemerintah Inggris setelahnya.

“Seingat saya kasus pertama Covid-19 terjadi saat kami masih berada di karantina Arrowe Park. Saat itu saya berharap pemerintah Inggris sudah menyaksikan bagaimana pemerintah RRT bertindak, lalu melakukannya juga di sini. Tapi mereka tidak bertindak apa-apa,” Raw tampak gemas.

Padahal Raw dan Ying mendapat kabar dari para tetangganya di Wuhan, bahwa mereka sekarang sudah terbebas dari situasi lockdown. Walau pun tahapan pencegahan masih keras ditegakkan, namun kegiatan keseharian sudah berangsur diperbolehkan di Wuhan. Itu terjadi setelah penyebaran Covid-19 turun drastis di Tiongkok.

“Saat itu kami berpikir bahwa daripada tetap di Wuhan, kami lebih baik berada di fasilitas karantina Inggris. Tetapi sekarang saya sangat yakin dan pasti, bahwa pulkam ke sini itu sebuah kesalahan,” kesal Raw mengatakan kepada BBC.

Kita tentu juga ingat bahwa ada delapan orang dari 245 WNI yang tidak bersedia dievakuasi ke Indonesia ketika pemerintahan Jokowi mengirimkan tim penjemputan di Kluster 1 Dunia Covid-19, Wuhan. Mereka dikabarkan merasa lebih nyaman tinggal di Wuhan daripada kembali ke Indonesia yang saat itu belum terjangkit Covid-19. Tidak ada kabar dari mereka tentang pendapat mereka terhadap keputusan tersebut. Namun yang jelas bagi kita adalah, di Wuhan mereka sudah terbebas dari wabah, sementara di Indonesia sebaliknya angka korban terinfeksi dan meninggal terus bertambah. Itu juga terjadi di seluruh dunia kecuali Tiongkok.

Mencermati situs https://www.worldometers.info/coronavirus/ pada jam 08.53wib hari ini, korban terinfeksi di seluruh dunia berjumlah 364.194 orang sedangkan yang meninggal 252.390 orang. Sementara di Indonesia korban positif terinfeksi Covid-19 berjumlah 11.587 sedangkan yang meninggal 864 orang.

Film Animasi Politis

[Minggu, 04/04, 00:20/ditulis Surya Fajar Pangarep] Tiongkok dan AS bagaikan Tom dan Jerry dalam menghadapi penanganan pencegahan penyebaran SARS-CoV2 penyebab Covid-19. Mereka baku tuding tentang siapa paling berdosa dengan merebaknya virus ini. Pertengkaran di antara mereka berdinamika naik turun, lembut kasar.

Trump yang urakan agaknya kalah wibawa dalam komunikasi publiknya jika dibandingkan dengan Xi Jin-Ping politikus kawakan PKT Partai Komunis Tiongkok yang jauh lebih berpengalaman di blantika permainan politik. Bahkan Trump beberapa kali mengalami blunder justru di dalam negeri sendiri.

Terbaru RRT memproduksi film animasi dengan dua karakter utama serdadu terrakota Tiongkok yang legendaris, dan patung Liberty landmark negara AS yang kondang. Keduanya mewujud dalam bentuk layaknya dalam permainan Lego.

Dialog antar keduanya sangat menggambarkan pertengkaran antara AS dan RRT tentang penanganan Covid-19, dinarasikan kocak.

Pencegahan Penyebaran Covid-19 Urusan Sederhana

Covid-19, itu sebutan paling viral beberapa bulan terakhir ini. Dan iya, betul. Urusan pencegahan penyebaran virus bernama resmi Severe Accute Respiratory Syndrome – Corona Virus2, dan yang penyakitnya disebut Covid-19 atau Corona Virus Disease-19 itu sebenarnya adalah hal sederhana.

Namun ada Terms and Conditions terkait Covid-19 yang harus dipenuhi untuk benar-benar bisa mengatakan sederhana dalam pencegahan penyebarannya. Apa TAC atau Syarat dan Ketentuan itu? Nah opini pendek saya ini justru akan menjelaskannya.

Covid-19 berperilaku sederhana dalam proses penyebarannya. Virusnya berpindah ke orang lain melalui percikan ludah yang umum disebut droplets. Si virus numpang di ludah penderita yang dibatukkan. Lontaran droplets terjauh yang diketahui secara sains adalah 1,5 meter.

Kemudian belakangan WHO mengatakan droplets berpenumpang virus Covid-19 itu bisa bertahan dalam wujud yang lebih halus dan melayang di udara. Dan si virus bisa numpang hidup di situ selama 6 – 8 jam.

Nah, dengan memahami bahwa virus Covid-19 berperilaku demikian, manusia yang tidak mau dihinggapinya tinggal melakukan hal yang saya sebut sederhana. Apa saja itu? Mudah, tanpa berpikir panjang karena para ahli sudah memberikan pedoman.

Pertama, praktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Ini sudah lama jadi isu yang di- endorse Kemenkes ‘kan? Elemen di dalamnya antara lain jaga asupan hanya yang sehat dan seimbang, membasuh tangan pada saat-saat kritis, istirahat yang cukup, jangan mager alias malas bergerak, jangan rusak tubuh kalian dengan rokok minuman beralkohol minuman bersoda, jaga lingkungan yang bersih, kenakan masker jika sedang di luar rumah, dan seterusnya.

Kedua, jika kalian harus bepergian dan tidak ingin tersambar Covid-19, terapkan jarak minimal dua meter dari orang orang lain sekitar. Tentu saja demi PHBS tadi wajib membawa sanitizer atau selalu membasuh tangan di fasilitas-fasilitas basuh tangan yang ada.

Sudah, dua itu saja. Sederhana bukan? Saya yang sejak muda terbiasa mempraktikkan hal yang pertama walau tidak sempurna, dalam masa pandemi Covid-19 ini tinggal belajar membiasakan diri melakukan hal yang kedua.

Menjadi tidak sederhana jika kalian memang tidak terbiasa mempraktikkan hal pertama, apalagi harus ketambahan yang kedua. Tidak terbiasa bisa karena banyak sebab. Bisa tidak pernah diajar, bisa karena tidak tahu, bisa karena malas, dan seterusnya. Hal inilah yang menjadikan pencegahan wabah Covid-19 secara massal menjadi rumit dan berbiaya besar.

Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas yang dilakukan Kemenkes pada tahun 2012 membuktikan bahwa upaya pencegahan (preventif) terhadap penyakit apa pun termasuk Covid-19 sekali pun, jauh lebih murah dan lebih efektif daripada upaya pengobatan (kuratif) setelah orang sakit.

Jadi jika lebih murah dan lebih efektif, mengapa tidak dilakukan? Terkembali kepada kita termasuk pemerintah, bukan? Ya sudah, silakan saja. Mau hidup sehat atau sakit-sakitan? Mau cara sederhana mencegah penyebaran Covid-19, atau mau dibikin rumit? Itu sebuah pilihan ‘kan? [Abang Rahino].